Stop Makan Mie Instan!!!! Resiko dan Bahaya nya

Setelah Anda Mengalami Keracunan Hindari Makanan dan Minuman Ini
December 26, 2018
Google Pixel 3 Dan Fotografi Komputasional: Bagaimana Perangkat Lunak Menggerakkan Ini
January 2, 2019

Stop Makan Mie Instan!!!! Resiko dan Bahaya nya

https://kampunginggrisalazhar.co.id/ — Ya, Anda tahu bahwa ramen instan tidak baik untuk Anda, tetapi penelitian telah mengkonfirmasi betapa berbahaya makanan yang dikemas sebenarnya. Sebuah penelitian di Journal of Nutrition menghubungkan konsumsi mie instan dengan risiko jantung, khususnya pada wanita. Para peneliti melakukan penelitian di Korea Selatan, di mana konsumsi mi instan adalah yang tertinggi di dunia, dengan lebih dari 10.700 orang berusia antara 19 hingga 64 tahun. Hasilnya? “Wanita yang mengkonsumsi mie instan sering ditemukan lebih cenderung memiliki sindrom metabolik – kelompok faktor risiko, termasuk obesitas dan tekanan darah tinggi, kolesterol, dan gula darah, yang meningkatkan risiko penyakit jantung dan diabetes.”

Baca Juga : Kursus Bahasa Inggris

Efek berbahaya terutama ditemukan pada wanita dan bukan pria. Bagian dari studi itu berbunyi, “Perempuan – meskipun bukan laki-laki – yang makan mi instan setidaknya dua kali seminggu menunjukkan 68 persen lebih tinggi risiko sindrom metabolik,” yang merupakan sindrom yang dapat meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke.

Kandungan natrium yang tinggi dalam produk mie instan sudah jelas, tetapi penyebab utamanya adalah mie itu sendiri. Dalam studi lain oleh Dr. Braden Kuo, direktur laboratorium gastrointestinal motility di Massachusetts General Hospital di Harvard University, dokter menemukan hasil yang tidak memuaskan setelah menguji pencernaan mie. Dia menggunakan kamera kecil untuk mempelajari rincian mie ramen instan di perut dan menemukan betapa sulitnya bagi tubuh Anda untuk mencerna mie yang diawetkan pengawet. Peringatan: foto-foto itu grafis. Bahan pengawet yang disebut TBHQ, yang ditemukan dalam banyak makanan olahan termasuk Reese’s dan Chicken McNuggets, memperpanjang umur simpan makanan berlemak dan membuat mereka lebih sulit dicerna. Itu salah satu dari banyak bahan di Maruchan Chicken Ramen.

Baca Juga : Info Kursus Bahasa Inggris

Dokter Spesialis Bedah dan Ahli Kanker Saluran Cerna RS Kanker Dharmais dr Fajar Firsyada mengungkapkan bahwa baru-baru ini dia mendapatkan kasus kanker lambung stadium 4 pada pasien anak yang berusia 13 tahun. Dalam dua tahun terakhir ini, pasien tidak mau makan bila tidak makan mi instan. Pasien juga tidak ada riwayat kanker dari keluarganya. Menurutnya, sel normal dapat berubah menjadi sel kanker itu karena sel tersebut kontak dengan bahan asing yang bersifat karsinogenik atau memicu sel kanker. Ini bisa muncul dalam tempo yang lama dan jumlah yang besar.

Baca Juga : Daftar Kursus Inggris

“Makan mi instan itu bukan perkara barangnya, tapi pada zat yang berkumpul di lambung. Zat yang bersifat karsinogenik itulah yang memicu kanker dan peribahasa . Jadi, sangat disarankan tidak terlalu sering mengonsumsi mi. Apalagi, sekarang ini mi dibuat versi besar,” ujar dr Fajar.

Ia menegaskan,bukan berarti mengonsumsi mi instan itu membuat kanker. Namun berdasarkan hasil penelitian itu makanan yang diawetkan dalam waktu yang lama itu meningkatkan risiko terjadinya kanker di saluran cerna dari lambung sampai usus.

Baca Juga : Kursus Bahasa Inggris Di Al Azhar Pare

“Kalau pun ada tambahan sayuran dalam penyajian mi instan itu seperti sawi atau pokcoy tidak berpengaruh. Solusinya, kita harus mengendalikan konsumsi makanan yang diawetkan, daging merah, daging olahan seperti patty burger, nugget, juga makanan yang serba dibakar dengan arang. Sebab, arang sendiri itu bersifat karsinogenik,” ungkap dr Fajar.

Baca Juga : Info Kampung Inggris Pare

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *